A. Biofuel
Biofuel merupakan teknologi penyediaan energi alternative dengan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Biofuel, berasal dari bahan-bahan organik. Tahukah kamu apa yang membedakan biofuel dengan bahan bakar fosil? Keduanya memang berasal dari bahan-bahan organik tetapi biofuel dapat diolah langsung dari bahan organik seperti tumbuh-tumbuhan sedangkan bahan bakar fosil berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati selama jutaan tahun yang lalu.
Ada dua jenis biofuel yaitu dalam bentuk etanol dan biodiesel.
Etanol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat dibuat dengan fermentasi karbohidrat atau reaksi kimia gas alam. Beberapa tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti jagung, sorgum, atau singkong biasanya digunakan untuk menghasilkan etanol. Sedangkan biodiesel merupakan bahan bakar alami yang biasanya diperoleh dari lemak nabati. Penggunaan bahan bakar dengan sumber alam yang dapat diperbaharui akan sangat membantu kita untuk menjamin kelestarian lingkungan dan ketergantungan pada ketersediaan minyak bumi yang semakin menipis. Selain itu sisa pembakaran dari biofuel juga lebih ramah lingkungan.
B. Biogas
Biogas merupakan jenis bahan bakar alternatif yang saat ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga di Indonesia. Biogas diperoleh dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup di lingkungan tanpa oksigen). Bakteri anaerob tersebut akan mengubah zat organic menjadi gas metana (CH4) sebesar 75 % dan gas lainnya seperti karbondioksida, hydrogen dan hodrogen sulfida. Namun demikian gas yang digunakan sebagai sumber bahan bakar adalah gas metana. Bahan organik yang paling sesuai untuk produksi biogas adalah bahan organik yang berbentuk padat, cair, dan homogen. Saat ini kotoran dan urin hewan ternak menjadi pilihan yang sesuai untuk produksi biogas.
C. Sel Surya (Solar Cell)
Kita dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan photovoltaic (PV)cell atau sering disebut solar cell atau sel surya. Pada umumnya sel surya ini memiliki ukuran yang tipis (hampir sama dengan selembar kertas) dan terbuat dari silikon (Si) yang dimurnikan atau polikristalin silikon dengan beberapa logam yang mampu menghasilkan listrik.
D. Pembangkit Listrik Tenaga Air (Hydropower)
Tenaga air atau hydropower menggunakan energi gerak (energy kinetik)
dari aliran air untuk menghasilkan listrik. Siklus air dari hydropower diawali
adanya evaporasi atau penguapan air yang kemudian membentuk awan dan hujan. Air
hujan yang terdapat pada dataran tinggi, selanjutnya mengalir ke daerah yang
lebih rendah melalui sungai.
E. Pembangkit Listrik Tenaga
Pasang Surut Air Laut dan Ombak (Ocean Power)
Kita juga dapat menghasilkan
listrik dari aliran air yang berasal dari pasang surut air laut dan ombak. Di
beberapa pantai dan muara, level ketinggian air dapat naik atau turun hingga 6
meter bahkan lebih. Bendungan dibangun melintasi bibir pantai dan muara untuk mengambil
energi pada aliran air laut ini untuk digunakan sebagai hydropower. Saat ini
masih sedikit negara yang menerapkan teknologi ini. Salah satu negara yang
sudah menerapkan yaitu di kota La Rance, Prancis. Hal ini disebabkan pembangunan
teknologi ini membutuhkan biaya yang sangat besar, alat mudah rusak akibat
korosi oleh air laut dan badai, serta di dunia hanya sedikit daerah yang cocok
untuk dibangun teknologi ini.
F. Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Wind Power)
Perbedaan derajat dari sinar matahari yang menyinari bumi
pada daerah ekuator dan daerah kutub menyebabkan perbedaan panas di antara
daerah tersebut; bersama dengan rotasi bumi, menciptakan aliran udara yang
disebut angin. Kita dapat menangkap bentuk tidak langsung dari energi matahari
ini dengan turbin angin yang dapat mengubahnya menjadi energi listrik.
Akhir-akhir ini, pembangkit listrik tenaga angin menjadi sumber energi dunia
terbesar kedua setelah panel surya.
G. Geotermal
Energi geotermal merupakan panas yang tersimpan dalam tanah,
lapisan dasar bumi, dan cairan dalam kerak bumi. Kita dapat menggunakan energi
yang tersimpan ini untuk memanaskan dan mendinginkan bangunan serta
menghasilkan listrik. Ilmuwan memperkirakan bahwa hanya dengan menggunakan 1%
dari panas yang tersimpan sedalam 5 km dalam kerak bumi akan menghasilkan energi
250 kali lebih banyak dari minyak dan gas alam yang tersimpan di seluruh
lapisan bumi. Salah satu cara untuk mengambil energi geotermal ini dengan menggunakan
sistem pompa panas geotermal. Sistem ini dapat memanaskan dan mendinginkan
sebuah rumah dengan memanfaatkan perbedaan temperatur. Di negara yang memiliki
empat musim, pada musim dingin, suatu pipa yang diletakkan dalam tanah dapat
mengalirkan cairan yang membawa panas dari dasar bumi menuju sistem
pendistribusian panas di rumah. Sebaliknya, pada musim panas, sistem ini
bergerak berlawanan, memindahkan panas dari rumah dan menyimpannya dalam tanah.

H. Fuel Cell dan Hydrogen Power
Matahari menghasilkan energi yang menjaga keberlangsungan hidup
di bumi melalui penggabungan inti (fusi) atom-atom hidrogen. Hidrogen merupakan
unsur kimia paling sederhana dan paling banyak di alam semesta. Perlu kamu
ketahui bahwa, hidrogen yang banyak di alam semesta bukanlah hidrogen bebas
yang dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan bakar, tetapi hidrogen tersebut
banyak dalam bentuk senyawa, misalnya hidrogen pada air (H2O). Oleh karena itu,
para ilmuwan menyatakan bahwa gas hidrogen (H2) bahan bakar di masa depan. Agar
hal itu dapat terwujud, ilmuwan saat ini fokus untuk mengembangkan sel bahan
bakar “full cell” yang menggabungkan
gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Reaksi antara H2O dan O2 menghasilkan energi
panas yang sangat tinggi sehingga dapat digunakan sebagai sumber listrik.
Reaksi antara keduanya dapat dituliskan sebagai berikut: